Manfaatkan Pompa Hidram, Tanpa Listrik Dan BBM

Dua orang penggiat pemuda Panggul Trenggalek Jawa Timur, melakukan pengecekan pompa hidram yang dibuatnya (07/10/2017).

Guna memecahkan krisis air di kawasan perkebunan milik warga Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, sekelompok pemuda setempat memanfaatkan teknologi pompa hidram yang tidak memerlukan listrik ataupun bahan bakar minyak (BBM). Mereka merakit sendiri pompa hidram dari barang bekas yang banyak tersedia di sekitar. Akhirnya, puluhan hektar lahan pertanian milik warga tak lagi kesusahan air. Sistem ini juga ternyata lebih murah.

“Sekarang aku benar-benar bahagia dan telah hening, semenjak ada pompa air ini tanaman cengkeh aku akhirnya baik. Sebelumnya susah sekali untuk menerima air. Aku cuma dapat menjaga alat ini supaya terus menjadikan air. Kalau pompa mati, padahal tengah malam pasti aku nyalakan,” ujar salah seorang petani, Sakiyo. Letak pompa hidram ini berada di sisi aliran sungai air terjun Pantai Pelang. Panjang selang mulai dari spot pompa sampai di bak penampungan sekitar 175 meter. Dalam sehari, pompa hidram ini kapabel mengisi bak penampungan yang berada di ketinggian 65 meter di atas permukaan laut, sebanyak rata-rata 12.000 liter. “Pernah aku hitung di bak penampungan, pompa air ini kapabel menjadikan sebanyak sekitar 12.000 liter per hari,” kata Mukti.

Dari bak penampungan, secara bergantian para petani mengairi lahan pertanian mereka. Mereka memiliki kesepakatan sendiri supaya air dapat dibagi rata. Kalau ada petani yang bandel dan menyerobot air bukan alokasinya, mereka sependapat diberikan hukuman berupa tak diberikan air dalam kurun waktu tertentu. “Kami telah membikin kesepakatan bersama 25 petani. Kalau ada yang bandel kita kasih hukuman. Sanksinya tak menerima air,” sebut Mukti Satiti.

Kecuali membikin pompa hidram bagi petani, mereka juga mengajak para petani untuk saling menjaga sumber air yang ada, dan membersihkan aliran sungai supaya kegiatan pompa hidram tak terganggu. “Kami berkeinginan, seluruh pihak supaya sama-sama menjaga kelestarian alam. Seperti membersihkan sampah di sungai sehingga tak mengganggu kegiatan pompa hidram. Kami juga kerap kali menjalankan penanaman pohon di sepanjang aliran sungai supaya sumber air tak kering,” kata Mukti.

 

Baca Juga : Mesin Las & Gerinda Tangan